Wednesday, January 5, 2011

Legenda Narsis


"Narsis, sekali-kali pede biar cepet laris, mungkin aja nanti aku disangka artis, dan ngetop abis, sadis, eh eh eh eh" , itulah penggalan lirik dari lagunya Bang Igor atau yang dikenal dengan Saykoji, yang berjudul "Narsis". Kata narsis, pasti tidak asing di telinga kita, apalagi yang masih muda alias remaja. Sifat narsisme yang berlebihan mungkin sekarang ini telah meningkat pesat di masyarakat kita, kemajuan teknologi sangat berperan dalam hal ini. Situs jejaring sosial merupakan media yang menjadikan pengidap narsisme meningkat. Ada orang yang di dunia nyatanya merupakan orang yang sangat pemalu, tetapi begitu online di jejaring sosial, ia menjadi aktif dan narsis. Wah, Ladida banget

Dalam buku Sigmund Freud On Narcissism: An Introduction(1914). Narsisme ada dalam diri setiap manusia sejak mereka lahir. Tetapi apabila narsisme sudah berlebihan bisa berbahaya karena pengidap narsisme akan merasa dirinya yang paling hebat dan menganggap rendah orang lain. Hmm, jadi narsisme hampir senada dengan sifat sombong. Sebenarnya, darimana sih kata "narsis"? Ini legendanya.

Narcissus--Ladida CafeKata narsis diadaptasi dari mitologi Yunani tentang seorang dewa yang bernama Narcissus. Narcissus diceritakan sebagai seorang dewa yang memiliki wajah tampan. Dia adalah anak dari dewa sungai, Cephissus. Ibunya adalah seorang bidadari bernama Liriope. Ketika Narcissus masih kecil, seorang peramal (Tiresias) berkata kepada kedua orang tuanya bahwa anak mereka akan berumur panjang apabila tidak melihat dirinya sendiri. Akibat ketampanannya banyak yang jatuh cinta kepada Narcissus. Salah satunya bidadari bernama Echo yang jatuh cinta kepadanya.

Namun, tidak seorang pun yang dibalas cintanya oleh Narcissus. Demikian pula Echo. Echo hidup dalam kesendirian dan kesedihannya. Dewi Nemmesis mendengar doa Echo yang cintanya ditolak tersebut. Nemessis mengutuk Narcissus supaya jatuh cinta kepada bayangannya sendiri. Kutukan tersebut menjadi kenyataan ketika Narcissus melihat bayangan dirinya di sebuah kolam. Dia tak henti-hentinya mengagumi sosok yang terlihat dari pantulan air di kolam itu. Sampai matinya dia terus memandangi bayangan dirinya tersebut.

Namun, ada sebuah versi lain yang mengatakan bukan Echo yang jatuh cinta kepada Narcissus melainkan seorang pria bernama Ameinias. Kesal dikejar-kejar Ameinias, Narcissus mengiriminya sebuah pedang sebagai hadiah. Karena cintanya ditolak, Ameinias bunuh diri di hadapan Narcissus dengan pedang yang dihadiahkan kepadanya. Sebelum bunuh diri, Ameinias mengutuk Narcissus bahwa Narcissus akan jatuh cinta kepada bayangannya sendiri dan dalam keputus asaannya Narcissus akan bunuh diri.

Source :

No comments:

Post a Comment